Tag: Yogyakarta
Komunitas Android Jogja
Oleh Victor | Aug. 13, 2011 | Android, Tips dan Trik Lainnya
Sudah beberapa bulan terakhir, Ariawijaya.com tidak melakukan update tulisan. Mohon maap, karena kesibukan di luar (dan jarang mengakses internet melalui laptop/PC, banyakan lewat hape) jadi gak sempat membuat tulisan baru. Semoga beberapa waktu ke depan, saya bisa kembali menulis dan mengupdate informasi-informasi baru. Khusus buat temen-temen yang menggunakan android atau yang berminat dengan android, saat ini saya membuat grup Komunitas Android Jogja di Facebook, mengingat banyaknya pertanyaan seputar Android yang tidak bisa saya jawab langsung melalui blog ini. Baca lebih lanjut…
Pendidikan Wanita Jawa Tempo Doeloe
Oleh Victor | Jan. 01, 2010 | Culture, Jogja
Masih melanjutkan posting sebelumnya yaitu Menyimak Ajaran Leluhur di Era Pasca Reformasi karya KPH. H. Anglingkusumo, tulisan berikut adalah karya KRAy. SM. Anglingkusumo yang sebelumnya juga telah disampaikan beliau pada komentar tulisan tentang Puro Pakualaman. Semoga tulisan ini bisa menjadi bahan refleksi kita memasuki tahun 2010 ini. Terima kasih kepada Ibu Setianingsih Moerwengdyah yang telah mengijinkan Ariawijaya.com memuat tulisan ini. Baca lebih lanjut…
Menyimak Ajaran Leluhur di Era Pasca Reformasi
Oleh Victor | Dec. 29, 2009 | Culture, Jogja
Berikut ini adalah tulisan karya KPH. H. Anglingkusumo, yang sebelumnya disampaikan melalui komentar untuk tulisan Puro Pakualaman. Atas ijin dari pihak penulis kepada Ariawijaya.com, maka komentar tulisan ini dimuat sebagai tulisan terpisah. dalam kategori Budaya Jogjakarta. Selain tulisan ini, ada tulisan lain dari KRAy. SM. Anglingkusumo yang akan dimuat secara terpisah. Baca lebih lanjut…
253 tahun Kota Jogjakarta
Oleh Victor | Oct. 07, 2009 | History, Jogja
Setelah beberapa hari yang lalu, tepatnya tanggal 2 Oktober 2009, kota Jogjakarta (bahkan seluruh Indonesia) diwarnai dengan batik yang bertepatan dengan pengesahan batik sebagai budaya Indonesia oleh UNESCO. Hari ini 7 Oktober 2009, kota Jogja kembali diwarnai dengan batik ditambah dengan baju adat Jogjakarta. Baca lebih lanjut…
Tedhak Siten
Oleh Victor | Apr. 13, 2008 | Culture, Jogja
Tedhak Siten atau upacara Turun Tanah adalah salah satu upacara adat budaya Jawa untuk anak yang berusia 8 bulan (pitung lapan), di daerah lain di Indonesia juga dikenal upacara adat turun tanah ini dengan istilah yang berbeda. Upacara ini mewujudkan rasa syukur karena pada usia ini si anak akan mulai mengenal alam disekitarnya dan mulai belajar berjalan. Baca lebih lanjut…
Lembah UGM on Sunday Morning
Oleh Victor | Apr. 06, 2008 | Jogja, Jogja On The Spot
Setiap pagi di kompleks Lembah UGM pasti dimanfaatkan oleh warga Jogja sebagai sarana berolah raga, mulai jalan, lari, sepak bola, basket, dan olah raga lainnya, karena memang kompleks ini sangat memungkinkan untuk melakukan aktivitas olah raga. Suasana yang segar dengan banyaknya pohon dan tentu saja fasilitas lain yang mendukung, sehingga lokasi ini menjadi cukup ramai.

Minggu pagi beda lagi, kompleks ini bakal semakin ramai dan cenderung terlalu ramai alias padat sekali, karena tidak hanya masyarakat yang melakukan aktivitas olah raga saja yang ada di sini tapi juga yang hanya sekedar berjalan-jalan, nongkrong, cuci mata, atau bahkan hanya sekedar lewat saja (padahal ada jalan lain yang bisa dilewati untuk menuju ke tujuan mereka tanpa harus lewat kompleks lembah UGM ini, tapi tetep saja memilih melewati lembah UGM). Baca lebih lanjut…
Tamansari
Oleh Victor | Mar. 25, 2008 | History, Jogja
Tamansari dahulunya digunakan oleh Sultan dan keluarganya sebagai tempat beristirahat, sama seperti tempat peristirahatan lainnya seperti Warungboto, Manuberi, Ambarbinangun, dan Ambarukmo. Selain sebagai tempat peristirahatan, tempat-tempat tersebut juga dimanfaatkan sebagai tempat berlibur dan meditasi, juga sebagai tempat persembunyian keluarga kerajaan dari serangan musuh. Baca lebih lanjut…
Puro Pakualaman
Oleh Victor | Mar. 21, 2008 | History, Jogja
Istana Pakualaman atau lebih dikenal dengan Puro Pakualamanan berada di Jalan Sultan Agung, 2 km arah timur dari Kantor Pos Besar. Istana ini adalah milik Kadipaten Pakualaman. Istana ini pada awalnya adalah milik Pangeran Notokusumo, putra Sultan Hamengku Buwono I dan Ratu Srenggorowati yang dilantik oleh Gubernur Jenderal Belanda Sir Thomas Raffles pada tanggal 17 Maret 1813 dengan gelar Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Paku Alam I. Sebelunya pada bulan Juni Pangeran Notokusuma disebut Pangeran Merdiko sesuai dengan permohonan Sultan Hamengku Buwono II.
Wilayah Puro Pakualaman terdiri dari 4.000 cacah di wilayah Pajang, Bagelan sebelah barat Jogja dan terletak di antara sungai Progo dan Bogowonto, di daerah Adikarto. Wilayah istana menunjukkan pusat kekuatan budaya Jawa, dan arsitektur dari Pura Pakualaman adalah dibuat oleh KGPAA Paku Alam I sendiri yang memang ahli di bidang budaya dan sastra. Baca lebih lanjut…
Panggung Krapyak
Oleh Victor | Mar. 20, 2008 | History, Jogja
Panggung Krapyak berada di sebelah selatan Kraton Yogyakarta berjarak, yang dahulunya berupa hutan. Di hutan ini hidup berbagai macam binatang, salah satunya adalah menjangan. Panggung Krapyak ini sendiri digunakan oleh raja Mataram sebagai tempat untuk berburu menjangan tersebut.
Salah satu raja yang memanfaatkan lokasi ini untuk berburu adalah Raden Mas Jolang atau biasa disebut Prabu Hanyokrowati (Raja kedua Kerajaan Mataram putra Panembahan Senopati. Pada tahun 1613, Prabu Hanyokrowati meninggal di sini saat sedang berburu dan dimakamkan di Kotagede dan disebut Panembahan Seda Krapyak, yang berarti Raja yang meninggal di hutan Krapyak. Baca lebih lanjut…
Alun-Alun Kidul
Oleh Victor | Mar. 19, 2008 | Jogja, Jogja On The Spot
Alun-alun Kidul bagi masyarakat Jogja adalah tempat yang tidak asing lagi, karena di lokasi ini sering digunakan untuk bersantai masyarakat Jogja, mulai sore hingga malam hari.
Alun-alun Kidul berada di selatan Kraton Yogyakarta atau lebih tepatnya di depan Sasono Hinggil Dwi Abad. Berbeda dengan Alun-alun Lor yang cenderung lebih ramai karena menjadi salah satu jalan utama di kota Jogja, Alun-alun Kidul lebih sepi dan tenang karena memang kendaraan angkutan umum tidak melalui jalur ini. Baca lebih lanjut…






