Tag: yogyakarta
Tedhak Siten
Oleh Victor | Apr. 13, 2008 | Culture, Jogjakarta
Tedhak Siten atau upacara Turun Tanah adalah salah satu upacara adat budaya Jawa untuk anak yang berusia 8 bulan (pitung lapan), di daerah lain di Indonesia juga dikenal upacara adat turun tanah ini dengan istilah yang berbeda. Upacara ini mewujudkan rasa syukur karena pada usia ini si anak akan mulai mengenal alam disekitarnya dan mulai belajar berjalan.
Dalam upacara adat ini ada beberapa tahapan yang harus dilalui oleh si anak, dimana tiap tahap atau proses tersebut memiliki nilai-nilai budaya yang cukup tinggi. upacara Tedhak Siten ini sendiri dalam prosesinya memerlukan uba rampe yang beraneka ragam, sekali lagi dalam setiap uba rampe yang dipergunakan ini juga memiliki makna yang cukup dalam. (Baca lebih lanjut…)
Lembah UGM on Sunday Morning
Oleh Victor | Apr. 06, 2008 | Jogja On The Spot, Jogjakarta
Setiap pagi di kompleks Lembah UGM pasti dimanfaatkan oleh warga Jogja sebagai sarana berolah raga, mulai jalan, lari, sepak bola, basket, dan olah raga lainnya, karena memang kompleks ini sangat memungkinkan untuk melakukan aktivitas olah raga. Suasana yang segar dengan banyaknya pohon dan tentu saja fasilitas lain yang mendukung, sehingga lokasi ini menjadi cukup ramai.
Minggu pagi beda lagi, kompleks ini bakal semakin ramai dan cenderung terlalu ramai alias padat sekali, karena tidak hanya masyarakat yang melakukan aktivitas olah raga saja yang ada di sini tapi juga yang hanya sekedar berjalan-jalan, nongkrong, cuci mata, atau bahkan hanya sekedar lewat saja (padahal ada jalan lain yang bisa dilewati untuk menuju ke tujuan mereka tanpa harus lewat kompleks lembah UGM ini, tapi tetep saja memilih melewati lembah UGM). (Baca lebih lanjut…)
Tamansari
Oleh Victor | Mar. 25, 2008 | History, Jogjakarta
Tamansari dahulunya digunakan oleh Sultan dan keluarganya sebagai tempat beristirahat, sama seperti tempat peristirahatan lainnya seperti Warungboto, Manuberi, Ambarbinangun, dan Ambarukmo. Selain sebagai tempat peristirahatan, tempat-tempat tersebut juga dimanfaatkan sebagai tempat berlibur dan meditasi, juga sebagai tempat persembunyian keluarga kerajaan dari serangan musuh.
Tamansari sendiri berada sekitar 2 km di sebelah selatan Kraton Yogyakarta. Bangunan ini dibangun oleh arsitek Portugis dengan gaya Eropa digabungkan dengan ukiran bergaya Jawa. Tamansari dibangun pada masa pemerintahan Sultan Hamengku Buwono I sekitar akhir abad XVII. Tempat rekreasi ini juga dilengkapi dengan kolam renang yang cukup besar dengan air yang berasal dari kanal-kanal yang dibangun di sekitarnya. (Baca lebih lanjut…)
Puro Pakualaman
Oleh Victor | Mar. 21, 2008 | History, Jogjakarta
Istana Pakualaman atau lebih dikenal dengan Puro Pakualamanan berada di Jalan Sultan Agung, 2 km arah timur dari Kantor Pos Besar. Istana ini adalah milik Kadipaten Pakualaman. Istana ini pada awalnya adalah milik Pangeran Notokusumo, putra Sultan Hamengku Buwono I dan Ratu Srenggorowati yang dilantik oleh Gubernur Jenderal Belanda Sir Thomas Raffles pada tanggal 17 Maret 1813 dengan gelar Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Paku Alam I. Sebelunya pada bulan Juni Pangeran Notokusuma disebut Pangeran Merdiko sesuai dengan permohonan Sultan Hamengku Buwono II.
Wilayah Puro Pakualaman terdiri dari 4.000 cacah di wilayah Pajang, Bagelan sebelah barat Jogja dan terletak di antara sungai Progo dan Bogowonto, di daerah Adikarto. Wilayah istana menunjukkan pusat kekuatan budaya Jawa, dan arsitektur dari Pura Pakualaman adalah dibuat oleh KGPAA Paku Alam I sendiri yang memang ahli di bidang budaya dan sastra. (Baca lebih lanjut…)
Panggung Krapyak
Oleh Victor | Mar. 20, 2008 | History, Jogjakarta
Panggung Krapyak berada di sebelah selatan Kraton Yogyakarta berjarak, yang dahulunya berupa hutan. Di hutan ini hidup berbagai macam binatang, salah satunya adalah menjangan. Panggung Krapyak ini sendiri digunakan oleh raja Mataram sebagai tempat untuk berburu menjangan tersebut.
Salah satu raja yang memanfaatkan lokasi ini untuk berburu adalah Raden Mas Jolang atau biasa disebut Prabu Hanyokrowati (Raja kedua Kerajaan Mataram putra Panembahan Senopati. Pada tahun 1613, Prabu Hanyokrowati meninggal di sini saat sedang berburu dan dimakamkan di Kotagede dan disebut Panembahan Seda Krapyak, yang berarti Raja yang meninggal di hutan Krapyak. (Baca lebih lanjut…)
Alun-Alun Kidul
Oleh Victor | Mar. 19, 2008 | Jogja On The Spot, Jogjakarta
Alun-alun Kidul bagi masyarakat Jogja adalah tempat yang tidak asing lagi, karena di lokasi ini sering digunakan untuk bersantai masyarakat Jogja, mulai sore hingga malam hari.
Alun-alun Kidul berada di selatan Kraton Yogyakarta atau lebih tepatnya di depan Sasono Hinggil Dwi Abad. Berbeda dengan Alun-alun Lor yang cenderung lebih ramai karena menjadi salah satu jalan utama di kota Jogja, Alun-alun Kidul lebih sepi dan tenang karena memang kendaraan angkutan umum tidak melalui jalur ini. Pada pagi hari Alun-alun Kidul dimanfaatkan warga untuk berolah raga lari pagi atau jalan mengelilingi alun-alun. (Baca lebih lanjut…)


























