- Tips dan trik mempercepat koneksi internet - Tips dan trik memonitor bandwidth koneksi internet - Software lain seputar koneksi internet -

Tag: Pakualaman

Pendidikan Wanita Jawa Tempo Doeloe

Oleh | Jan. 01, 2010 | Culture, Jogja

Masih melanjutkan posting sebelumnya yaitu Menyimak Ajaran Leluhur di Era Pasca Reformasi karya KPH. H. Anglingkusumo, tulisan berikut adalah karya KRAy. SM. Anglingkusumo yang sebelumnya juga telah disampaikan beliau pada komentar tulisan tentang Puro Pakualaman. Semoga tulisan ini bisa menjadi bahan refleksi kita memasuki tahun 2010 ini. Terima kasih kepada Ibu Setianingsih Moerwengdyah yang telah mengijinkan Ariawijaya.com memuat tulisan ini. Baca lebih lanjut…

1 komentar :, , , , , ,

Menyimak Ajaran Leluhur di Era Pasca Reformasi

Oleh | Dec. 29, 2009 | Culture, Jogja

Berikut ini adalah tulisan karya KPH. H. Anglingkusumo, yang sebelumnya disampaikan melalui komentar untuk tulisan Puro Pakualaman. Atas ijin dari pihak penulis kepada Ariawijaya.com, maka komentar tulisan ini dimuat sebagai tulisan terpisah. dalam kategori Budaya Jogjakarta. Selain tulisan ini, ada tulisan lain dari KRAy. SM. Anglingkusumo yang akan dimuat secara terpisah. Baca lebih lanjut…

3 komentar :, , , , ,

Puro Pakualaman

Oleh | Mar. 21, 2008 | History, Jogja

Puro PakualamanIstana Pakualaman atau lebih dikenal dengan Puro Pakualamanan berada di Jalan Sultan Agung, 2 km arah timur dari Kantor Pos Besar. Istana ini adalah milik Kadipaten Pakualaman. Istana ini pada awalnya adalah milik Pangeran Notokusumo, putra Sultan Hamengku Buwono I dan Ratu Srenggorowati yang dilantik oleh Gubernur Jenderal Belanda Sir Thomas Raffles pada tanggal 17 Maret 1813 dengan gelar Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Paku Alam I. Sebelunya pada bulan Juni Pangeran Notokusuma disebut Pangeran Merdiko sesuai dengan permohonan Sultan Hamengku Buwono II.

Wilayah Puro Pakualaman terdiri dari 4.000 cacah di wilayah Pajang, Bagelan sebelah barat Jogja dan terletak di antara sungai Progo dan Bogowonto, di daerah Adikarto. Wilayah istana menunjukkan pusat kekuatan budaya Jawa, dan arsitektur dari Pura Pakualaman adalah dibuat oleh KGPAA Paku Alam I sendiri yang memang ahli di bidang budaya dan sastra. Baca lebih lanjut…

8 komentar :, , , , , , ,

Tumbuk Yuswo ke 72 Pakualam IX

Oleh | Mar. 15, 2008 | Culture, Jogja

Dalam rangka memperingati Tumbuk Yuswo Pakualam IX ke 72, pada tanggal 15 Maret 2008 dilaksanakan pawai budaya di jalan-jalan Jogjakarta yang berakhir di alun-alun Pakualaman. Pawai budaya ini diawali oleh prajurit kraton yang manaiki gajah kemudian diikuti oleh prajurit-prajurit kraton pakualaman lainnya, selain itu juga kereta-kereta pusaka milik kraton pakualaman yang ditumpangi oleh para keluarga kraton ikut menyemarakkan pawai budaya tersebut. Baca lebih lanjut…

Berikan komentar :, , , , , , ,

Hal. 1 / 11
generic viagra online