- Tips dan trik mempercepat koneksi internet - Tips dan trik memonitor bandwidth koneksi internet - Software lain seputar koneksi internet -

Tag: kraton

Tamansari

Oleh | Mar. 25, 2008 | History, Jogja

TamansariTamansari dahulunya digunakan oleh Sultan dan keluarganya sebagai tempat beristirahat, sama seperti tempat peristirahatan lainnya seperti Warungboto, Manuberi, Ambarbinangun, dan Ambarukmo. Selain sebagai tempat peristirahatan, tempat-tempat tersebut juga dimanfaatkan sebagai tempat berlibur dan meditasi, juga sebagai tempat persembunyian keluarga kerajaan dari serangan musuh. Baca lebih lanjut…

Berikan komentar :, , , , , , , ,

Panggung Krapyak

Oleh | Mar. 20, 2008 | History, Jogja

Panggung KrapyakPanggung Krapyak berada di sebelah selatan Kraton Yogyakarta berjarak, yang dahulunya berupa hutan. Di hutan ini hidup berbagai macam binatang, salah satunya adalah menjangan. Panggung Krapyak ini sendiri digunakan oleh raja Mataram sebagai tempat untuk berburu menjangan tersebut.

Salah satu raja yang memanfaatkan lokasi ini untuk berburu adalah Raden Mas Jolang atau biasa disebut Prabu Hanyokrowati (Raja kedua Kerajaan Mataram putra Panembahan Senopati. Pada tahun 1613, Prabu Hanyokrowati meninggal di sini saat sedang berburu dan dimakamkan di Kotagede dan disebut Panembahan Seda Krapyak, yang berarti Raja yang meninggal di hutan Krapyak. Baca lebih lanjut…

Berikan komentar :, , , , , , , ,

Tumbuk Yuswo ke 72 Pakualam IX

Oleh | Mar. 15, 2008 | Culture, Jogja

Dalam rangka memperingati Tumbuk Yuswo Pakualam IX ke 72, pada tanggal 15 Maret 2008 dilaksanakan pawai budaya di jalan-jalan Jogjakarta yang berakhir di alun-alun Pakualaman. Pawai budaya ini diawali oleh prajurit kraton yang manaiki gajah kemudian diikuti oleh prajurit-prajurit kraton pakualaman lainnya, selain itu juga kereta-kereta pusaka milik kraton pakualaman yang ditumpangi oleh para keluarga kraton ikut menyemarakkan pawai budaya tersebut. Baca lebih lanjut…

Berikan komentar :, , , , , , ,

Rebo Pungkasan, Upacara Adat Desa Wonokromo Pleret

Oleh | Mar. 07, 2008 | Culture, Jogja

Rebo Pungkasan adalah salah satu upacara adat yang ada di Jogjakarta, atau lebih tepatnya di daerah Desa Wonokromo, Plered, Bantul. Nama upacara ini sendiri diambil dari waktu upacara ini dilaksanakan yaitu hari Rabu terakhir (Rebo Pungkasan) pada bulan Sapar (syafar dalam bahasa Arab yang berarti bulan kedua). Upacara adat ini sendiri biasanya dilaksanakan pada hari Selasa Malam (malam sebelum hari Rabu). Upacara adat ini dilaksanakan ada hari Rabu terakhir karena menurut cerita pada hari Rabu terakhir tersebut juga dijadikan sebagai waktu pertemuan antara Sri Sultan Hamengkubuwono I dengan Mbah Kyai Faqih Usman. Upacara Rebo Wekasan atau Rebo Pungkasan ini sendiri dilaksanakan sebagai wujud ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Baca lebih lanjut…

2 komentar :, , , , , ,

Sejarah Daerah Istimewa Yogyakarta

Oleh | Mar. 07, 2008 | History, Jogja

Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) adalah sebuah daerah otonomi setingkat provinsi, di Indonesia. Ibukota provinsi DIY adalah Yogyakarta, sebuah kota dengan berbagai predikat, baik dari sejarah maupun potensi yang ada, seperti sebagai kota perjuangan, kota kebudayaan, kota pelajar, dan kota pariwisata.

Menurut Babad Gianti, Yogyakarta atau Ngayogyakarta (bahasa Jawa) adalah nama pemberian dari Paku Buwono II (raja Mataram tahun 1719-1727) sebagai pengganti nama pesanggrahan Gartitawati. Yogyakarta berasal dari kata Yogya yang kerta, Yogya yang makmur, sedangkan Ngayogyakarta Hadiningrat berarti Yogya yang makmur dan yang paling utama. Sumber lain mengatakan, nama Yogyakarta diambil dari nama (ibu) kota Sanskrit Ayodhya dalam epos Ramayana. Dalam penggunaannya sehari-hari, Yogyakarta lazim diucapkan Jogja(karta) atau Ngayogyakarta (bahasa Jawa). Baca lebih lanjut…

3 komentar :, , , , , , , , , ,

Sekaten

Oleh | Feb. 29, 2008 | Jogja, Jogja On The Spot

SekatenSekaten merupakan perayaan untuk memperingati lahirnya Nabi Muhamad. Perayaan ini dilaksanakan di Alun Alun Utara Kraton Jogjakarta, dengan berbagai bentuk kegiatan yang bersifat hiburan dan keagamaan. Bersifat hiburan karena dalam perayaan Sekaten ini disediakan bermacam hiburan yang bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat dari berbagai kalangan mulai dari bermacam-macam permainan untuk anak-anak, tong stand, rumah hantu, pertunjukan lumba-lumba, sampai pakaian dan motor pun tersedia di sini, yang tentu saja jenis hiburannya pun semakin lama semakin berkembang seiring dengan kemajuan jaman sekarang ini. Baca lebih lanjut…

Berikan komentar :, , , , ,

Hal. 1 / 11