Tag: bangunan
Puro Pakualaman
Oleh Victor | Mar. 21, 2008 | History, Jogja
Istana Pakualaman atau lebih dikenal dengan Puro Pakualamanan berada di Jalan Sultan Agung, 2 km arah timur dari Kantor Pos Besar. Istana ini adalah milik Kadipaten Pakualaman. Istana ini pada awalnya adalah milik Pangeran Notokusumo, putra Sultan Hamengku Buwono I dan Ratu Srenggorowati yang dilantik oleh Gubernur Jenderal Belanda Sir Thomas Raffles pada tanggal 17 Maret 1813 dengan gelar Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Paku Alam I. Sebelunya pada bulan Juni Pangeran Notokusuma disebut Pangeran Merdiko sesuai dengan permohonan Sultan Hamengku Buwono II.
Wilayah Puro Pakualaman terdiri dari 4.000 cacah di wilayah Pajang, Bagelan sebelah barat Jogja dan terletak di antara sungai Progo dan Bogowonto, di daerah Adikarto. Wilayah istana menunjukkan pusat kekuatan budaya Jawa, dan arsitektur dari Pura Pakualaman adalah dibuat oleh KGPAA Paku Alam I sendiri yang memang ahli di bidang budaya dan sastra. Baca lebih lanjut…
Panggung Krapyak
Oleh Victor | Mar. 20, 2008 | History, Jogja
Panggung Krapyak berada di sebelah selatan Kraton Yogyakarta berjarak, yang dahulunya berupa hutan. Di hutan ini hidup berbagai macam binatang, salah satunya adalah menjangan. Panggung Krapyak ini sendiri digunakan oleh raja Mataram sebagai tempat untuk berburu menjangan tersebut.
Salah satu raja yang memanfaatkan lokasi ini untuk berburu adalah Raden Mas Jolang atau biasa disebut Prabu Hanyokrowati (Raja kedua Kerajaan Mataram putra Panembahan Senopati. Pada tahun 1613, Prabu Hanyokrowati meninggal di sini saat sedang berburu dan dimakamkan di Kotagede dan disebut Panembahan Seda Krapyak, yang berarti Raja yang meninggal di hutan Krapyak. Baca lebih lanjut…
Tugu Jogja
Oleh Victor | Feb. 26, 2008 | History, Jogja
“Kalo belum menyentuh Tugu Yogyakarta berarti belum sah!”
Itu komentar yang sering muncul dari temen-temen kepada temen lain yang kebetulan datang dari luar Jogja. Maka setiap kali datang teman atau saudara dari luar, saya harus mengantar ke Tugu Jogja untuk ‘mensahkan’ kunjungan mereka ke kota Jogjakarta.
Tugu Jogja sangat dikenal di tempat lain, bahkan sampai ke luar negeri, orang biasanya menghubungkan Jogja dengan Tugu-nya yang menjadi salah satu ciri khas. Posisi Tugu ini sangat strategis karena masih berada di pusat kota Jogja yaitu perempatan Jalan Diponegoro (sisi barat), Jalan A.M. Sangaji (sisi utara), Jalan Jend. Sudirman (sisi timur), dan Jalan Mangkubumi (sisi selatan) yang kebetulan mengarah langsung ke Jalan Maliboro. Baca lebih lanjut…






