Kategori: History
253 tahun Kota Jogjakarta
Oleh Victor | Oct. 07, 2009 | History, Jogja
Setelah beberapa hari yang lalu, tepatnya tanggal 2 Oktober 2009, kota Jogjakarta (bahkan seluruh Indonesia) diwarnai dengan batik yang bertepatan dengan pengesahan batik sebagai budaya Indonesia oleh UNESCO. Hari ini 7 Oktober 2009, kota Jogja kembali diwarnai dengan batik ditambah dengan baju adat Jogjakarta. Baca lebih lanjut…
Tamansari
Oleh Victor | Mar. 25, 2008 | History, Jogja
Tamansari dahulunya digunakan oleh Sultan dan keluarganya sebagai tempat beristirahat, sama seperti tempat peristirahatan lainnya seperti Warungboto, Manuberi, Ambarbinangun, dan Ambarukmo. Selain sebagai tempat peristirahatan, tempat-tempat tersebut juga dimanfaatkan sebagai tempat berlibur dan meditasi, juga sebagai tempat persembunyian keluarga kerajaan dari serangan musuh. Baca lebih lanjut…
Puro Pakualaman
Oleh Victor | Mar. 21, 2008 | History, Jogja
Istana Pakualaman atau lebih dikenal dengan Puro Pakualamanan berada di Jalan Sultan Agung, 2 km arah timur dari Kantor Pos Besar. Istana ini adalah milik Kadipaten Pakualaman. Istana ini pada awalnya adalah milik Pangeran Notokusumo, putra Sultan Hamengku Buwono I dan Ratu Srenggorowati yang dilantik oleh Gubernur Jenderal Belanda Sir Thomas Raffles pada tanggal 17 Maret 1813 dengan gelar Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Paku Alam I. Sebelunya pada bulan Juni Pangeran Notokusuma disebut Pangeran Merdiko sesuai dengan permohonan Sultan Hamengku Buwono II.
Wilayah Puro Pakualaman terdiri dari 4.000 cacah di wilayah Pajang, Bagelan sebelah barat Jogja dan terletak di antara sungai Progo dan Bogowonto, di daerah Adikarto. Wilayah istana menunjukkan pusat kekuatan budaya Jawa, dan arsitektur dari Pura Pakualaman adalah dibuat oleh KGPAA Paku Alam I sendiri yang memang ahli di bidang budaya dan sastra. Baca lebih lanjut…
Panggung Krapyak
Oleh Victor | Mar. 20, 2008 | History, Jogja
Panggung Krapyak berada di sebelah selatan Kraton Yogyakarta berjarak, yang dahulunya berupa hutan. Di hutan ini hidup berbagai macam binatang, salah satunya adalah menjangan. Panggung Krapyak ini sendiri digunakan oleh raja Mataram sebagai tempat untuk berburu menjangan tersebut.
Salah satu raja yang memanfaatkan lokasi ini untuk berburu adalah Raden Mas Jolang atau biasa disebut Prabu Hanyokrowati (Raja kedua Kerajaan Mataram putra Panembahan Senopati. Pada tahun 1613, Prabu Hanyokrowati meninggal di sini saat sedang berburu dan dimakamkan di Kotagede dan disebut Panembahan Seda Krapyak, yang berarti Raja yang meninggal di hutan Krapyak. Baca lebih lanjut…
Sejarah Daerah Istimewa Yogyakarta
Oleh Victor | Mar. 07, 2008 | History, Jogja
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) adalah sebuah daerah otonomi setingkat provinsi, di Indonesia. Ibukota provinsi DIY adalah Yogyakarta, sebuah kota dengan berbagai predikat, baik dari sejarah maupun potensi yang ada, seperti sebagai kota perjuangan, kota kebudayaan, kota pelajar, dan kota pariwisata.
Menurut Babad Gianti, Yogyakarta atau Ngayogyakarta (bahasa Jawa) adalah nama pemberian dari Paku Buwono II (raja Mataram tahun 1719-1727) sebagai pengganti nama pesanggrahan Gartitawati. Yogyakarta berasal dari kata Yogya yang kerta, Yogya yang makmur, sedangkan Ngayogyakarta Hadiningrat berarti Yogya yang makmur dan yang paling utama. Sumber lain mengatakan, nama Yogyakarta diambil dari nama (ibu) kota Sanskrit Ayodhya dalam epos Ramayana. Dalam penggunaannya sehari-hari, Yogyakarta lazim diucapkan Jogja(karta) atau Ngayogyakarta (bahasa Jawa). Baca lebih lanjut…
Wijayakusuma
Oleh Victor | Mar. 01, 2008 | History, Jogja
Di depan rumahku, aku punya tanaman yang menurutku cukup langka, karena jarang orang menanam tanaman ini, yaitu Wijayakusuma. Seperti apakah wijayakusuma itu dan ada apa dengan Wijayakusuma ini, akan saya coba untuk menceritakan dengan beberapa referensi yang bisa saya dapatkan.
Wijayakusuma atau juga ada yang menyebut Wijaya kusuma adalah tanaman berjenis kaktus dengan nama latin Epiphyllum anguliger. Ciri khas tanaman ini yang tidak dimiliki oleh tanaman lain adalah pada bunganya yang mekar dalam waktu yang singkat, yaitu hanya pada malam hari (puncak bunga mekar terjadi sekitar pukul 12 malam) dan mengeluarkan bau yang harum, dan setelah mekar, bunga tersebut langsung layu. Jadi jangan berharap akan dapat menyaksikan indahnya bunga Wijayakusuma di pagi hari, karena yang terlihat hanyalah bunga yang telah layu. Baca lebih lanjut…
Tugu Jogja
Oleh Victor | Feb. 26, 2008 | History, Jogja
“Kalo belum menyentuh Tugu Yogyakarta berarti belum sah!”
Itu komentar yang sering muncul dari temen-temen kepada temen lain yang kebetulan datang dari luar Jogja. Maka setiap kali datang teman atau saudara dari luar, saya harus mengantar ke Tugu Jogja untuk ‘mensahkan’ kunjungan mereka ke kota Jogjakarta.
Tugu Jogja sangat dikenal di tempat lain, bahkan sampai ke luar negeri, orang biasanya menghubungkan Jogja dengan Tugu-nya yang menjadi salah satu ciri khas. Posisi Tugu ini sangat strategis karena masih berada di pusat kota Jogja yaitu perempatan Jalan Diponegoro (sisi barat), Jalan A.M. Sangaji (sisi utara), Jalan Jend. Sudirman (sisi timur), dan Jalan Mangkubumi (sisi selatan) yang kebetulan mengarah langsung ke Jalan Maliboro. Baca lebih lanjut…
Gedung BNI 46 Jogjakarta
Oleh Victor | Feb. 22, 2008 | History, Jogja
Gedung yang saat ini menjadi kantor Bank BNI 46 adalah termasuk gedung peninggalan Belanda dan berada di sebelah selatan Gedung Seni Sono, kompleks Gedung Agung. Gedung yang berada tepat di pojok jalan ini mempunyai arsitektur dengan ciri khas yang sama dengan bangunan Kantor Pos Besar dan bangunan Bank Indonesia.
Keterangan foto:
Lokasi perempatan Malioboro, Jogjakarta (gambar diambil dari arah timur), foto diambil dengan menggunakan Handphone Sony Ericsson K530i.
Kantor Pos Besar Jogjakarta
Oleh Victor | Feb. 22, 2008 | History, Jogja
Kantor Pos Besar Jogjakarta, bangunan bersejarah peninggalan Belanda lain yang berada di sebelah selatan Benteng Vredeburg berdampingan dengan Kantor Bank Indonesia Jogjakarta. Bangunan-bangunan ini menjadi satu kompleks dengan bangunan peninggalan Belanda sebagai saksi dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia di kota Yogyakarta.
Keterangan foto:
Lokasi di depan Kantor Pos Besar, Jogjakarta, foto diambil dengan menggunakan Handphone Sony Ericsson K530i.
Bank Indonesia Jogjakarta
Oleh Victor | Feb. 22, 2008 | History, Jogja
Gedung Bank Indonesia Jogjakarta, salah satu bangunan bersejarah peninggalan Belanda yang berada di sebelah selatan Benteng Vredeburg. Berdampingan dengan Kantor Pos Besar Jogjakarta.
Keterangan foto:
Lokasi di depan Kantor Bank Indonesia (yang baru), Jogjakarta, foto diambil dengan menggunakan Handphone Sony Ericsson K530i.






