Mengenal Save for web dalam Photoshop
Oleh Victor | May. 07, 2009 | Blogging, Tutorial dan Trik Lain
Photoshop sudah lama dikenal sebagai software pengolah foto yang bisa diandalkan, kemampuannya untuk mengolah foto atau image lainnya sudah terbukti. Saya pernah menulis tentang penggunaan Photoshop untuk membuat watermark. Dalam tulisan tersebut saya juga menggunakan Save for web dalam menyimpan hasil olahan.
Sekarang saya ingin membahas lebih lanjut tentang Save for web tersebut. Seperti tulisan saya terdahulu, kecepatan dalam membuka sebuah halaman web atau blog selain dipengaruhi kecepatan koneksi yang kita pergunakan, juga dipengaruhi oleh konten web itu sendiri. Semakin banyak gambar, animasi, video, atau konten lain selain teks tentu akan membuat halaman web tersebut semakin berat.
Bagi pengunjung sebenarnya bisa melakukan blocking terhadap gambar atau flash tersebut, jika sekiranya gambar atau flash tersebut dianggap menghambat proses loading. Bagi kita sebagai pemilik web atau blog tentunya tidak ingin image atau animasi tersebut tidak ikut dilihat oleh pengunjung, apalagi dalam image atau animasi tersebut ada pesan yang ingin kita sampaikan. Khusus untuk image, Save for web dalam Photoshop bisa membantu kita sebagai pengelola web/blog dalam mengompres file foto/image hasil olahan kita menjadi lebih kecil dibandingkan dengan penyimpanan cara standar (Save atau Save as).
Keuntungan lain dari Save for web ini adalah penghematan data yang tersimpan di server kita (jika kita hosting sendiri, atau mempunyai kapasitas penyimpanan data di server yang terbatas). Dengan cara ini maka kita bisa menyimpan lebih banyak data di server.
Sebagai contoh di bawah ini (Image 1)adalah image ukuran 400×224 pixel dengan resolusi 72 pixel/inch, besar file adalah 49 kb saat disimpan dengan cara biasa (Ctrl+S) dalam format .jpg dengan Quality: High.
Sedangkan berikut (Image 2) adalah image yang sama hanya saja disimpan dengan Save for web (Ctrl+Shift+Alt+S) dengan setting JPEG High, besar file adalah 30 kb.
Dan Image 3 berikut disimpan dengan Save for web dengan setting JPEG Medium, besar file adalah 18 kb.
Dari ketiga image di atas bisa dilihat kualitas gambarnya, tidak ada perubahan atau berbedaan yang signifikan, sedangkan dari ukuran file bisa terjadi penurunan lebih dari 50% (49 kb dengan 18 kb).
Bagaimana dengan image yang tembus (tanpa warna/image pada backgroundnya)?
Untuk image semacam ini juga bisa dilakukan kompresi dengan Save for web. File output yang didukung dengan Save for web ini sendiri adalah .jpg, .gif, dan .png. Nah untuk image transparan tadi bisa menggunakan GIF atau PNG, untuk kualitasnya tinggal dipilih mana yang cocok.
Ciri khas dari file hasil penyimpanan dengan Save for web adalah pada nama filenya. Untuk Save for web tidak ada space (spasi), karena spasi yang ada otomatis akan diganti dengan tanda ‘-‘, misalnya kita menyimpan dengan nama file ‘Foto 01’, maka hasilnya akan menjadi ‘Foto-01’.jpg.
Selesai. Semoga bermanfaat.
Tulisan terkait :
|
|















