- Tips dan trik mempercepat koneksi internet - Tips dan trik memonitor bandwidth koneksi internet - Software lain seputar koneksi internet -

Transfer Data Generasi Ketiga (3G)

Oleh | Oct. 12, 2008 | Internet, Tutorial Koneksi Internet

3G atau dikenal juga sebagai Third Generation atau Generasi Ketiga, adalah pengembangan lebih lanjut dari tekhnologi transfer data dalam dunia mobile yang telah berjalan sebelumnya yaitu GPRS dan EDGE. Tekhnologi 3G memberikan layanan yang lebih luas kepada para pengguna seluler dari hanya sekedar telepon dan sms, yaitu seperti kemampuan untuk melakukan Video Call dan melakukan streaming TV (menyaksikan siaran televisi).

Layanan ekstra tersebut dapat dinikmati melalui 3G karena kemampuannya dalam menstransfer data yang bisa mencapai 14,4 Mb/detik untuk download dikenal dengan HSDPA (High Speed Download Packet Access) dan 5,8 Mb/detik untuk upload biasa dikenak dengan HSUPA (High Speed Uplink Packet Acces). Dengan kecepatan seperti itu tentu saja juga akan berpengaruh dalam melakukan browsing internet melalui ponsel atau membuka dan mendownload email beserta lampiran (attachment) yang besar pun bisa berlangsung dengan cepat.

Dengan melihat perkembangan transfer data yang dalam kaitannya koneksi internet melalui ponsel (dari GPRS sampai 3,5G) tentu saja akan menguntungkan bagi para penggunanya dan sedikit demi sedikit mengubah (atau lebih tepatnya menggeser) kebiasaan para pengguna ponsel yang tadinya hanya menggunakan ponsel murni sebagai alat komunikasi dasar voice dan texting (bertelepon dan ber sms), sekarang ponsel lebih luas lagi bisa dimanfaatkan sebagai alat komunikasi global dengan semakin mudah dan cepatnya masuk ke dunia internet dimana informasi dan komunikasi akan jauh lebih berkembang dan terbuka. Dengan tekhnologi terakhir saat ini, yaitu 3G kita bisa melihat kondisi lawan bicara kita melalui layanan Video Calling, atau kita menyaksikan siaran televisi secara langsung sesaat di waktu saat senggang kita di tengah kesibukan kerja, atau kita bisa mengirimkan dan menerima email dengan lampiran data penting dimana saja tanpa harus bingung mencari warnet, karena semua itu bisa dilakukan dengan dukungan 3G dan kemampuan transfer datanya yang bisa diandalkan.

Secara teori memang semua kegiatan di atas hal bisa dilakukan dengan koneksi 3G yang memadai dan merata. Mengapa saya katakan secara teori. Karena memang saat ini operator di Indonesia berlomba-lomba mempromosikan kemampuan transfer data super cepat, yang akan mempermudah hidup kita dalam urusan teknologi informasi dan komunikasi. Tapi yang cukup disayangkan adalah kurang meratanya penerapan teknologi 3G di lapangan. Jaringan koneksi supercepat hanya bisa dinikmati secara lancar di beberapa lokasi saja, yang jelas hanya di kota-kota super besar saja sebagai contoh di Jakarta, Bandung, Surabaya. Minimal di daerah-daerah dimana mereka melakukan pengujian, jadi hasil ujian akan berhasil dengan baik.

Bagaimana dengan daerah-daerah atau lokasi lain? Cukup stabilkah koneksi 3G yang ditawarkan?

Saya akan bercerita sedikit untuk daerah Yogyakarta (karena saya ada di Jogja), untuk di daerah tempat saya tinggal dan tempat saya bekerja, yang kebetulan berada di daerah pinggiran kota Yogyakarta, koneksi 3G tidak bisa sepenuhnya bisa dinikmati. Dengan ponsel apapun yang mendukung 3G, sinyal 3G tidak selalu muncul, malah lebih siring tidak munculnya (pada satu titik lokasi sinyal 3G bisa muncul, tapi dalam beberapa menit bisa hilang lagi dan beberapa menit muncul lagi, alias tidak stabil). Jadi otomatis saat melakukan Video Calling harus lihat dulu sinyal 3G muncul atau tidak.

Masalah lainnya muncul saat kita memanfaatkan kartu GSM kita sebagai modem yang terhubung dengan laptop. Dengan tidak stabilnya 3G dan sering berpindah dengan sendirinya dari 3G ke GPRS atau EDGE dan sebaliknya, ternyata berpengaruh pada koneksi. Pengaruh tersebut bukan pada kecepatan (melambat atau mencepat) tapi malah berhenti sama sekali, jika kita ingin meneruskan maka kita harus disconect dulu baru melakukan koneksi ulang. Bagi saya ini jauh berbeda dengan promosi yang ditawarkan bahwa proses perpindahan akan berjalan dengan lancar, karena bagi saya tidak lancar karena harus melakukan koneksi ulang, dan ini jelas menghambat dan mengganggu.

Hal lain yang menjadi bahan pertimbangan saya adalah mengenai sistim tarif atau biaya koneksi yang ditawarkan dari operator. Biaya yang ditawarkan dari operator dengan berbagai macam variasi produk dalam paket yang ditawarkan bagi saya itu kurang sesuai dengan hasil yang dinikmati oleh penggunanya. Ada yang menawarkan dengan harga tarif yang murah (relatif murah dibandingkan dengan operator lain) dengan tarif flat dengan pemakaian tak terbatas, tapi ternyata produk yang dinikmati jauh dengan apa yang ditawarkan.

Sampai kapan kita sebagai pengguna bisa menikmati apa yang seharusnya berhak kita nikmati dengan biaya yang telah kita keluarkan? Atau sampai kapan operator seluler Indonesia akan benar-benar memberikan sesuai dengan apa yang mereka tawarkan dan promosikan yang tentu saja dengan promosi yang jujur dan tidak berbelit yang membingungkan konsumen?

Bookmark and Share

:, , , , ,

3 komentar:

3 Responses to “Transfer Data Generasi Ketiga (3G)”

  1. 1
    Mengenal GPRS dan EDGE | ::: ariawijaya.com ::: Says:

    [...] Transfer Data Generasi Ketiga (3G) [...]

  2. 2
    senu Says:

    apa bedanya UMTS ama HDSPA???

    thx b4 :)

  3. 3
    Victor Says:

    @ Senu,
    UMTS (Universal Mobile Telecommunications System) lebih kepada bentuk teknologi pada ponsel 3G, sedangkan HSDPA (High-Speed Downlink Packet Access) adalah protokol yang dipergunakan dalam UMTS itu sendiri, protokol HSDPA ini kapasitas data yang bisa ditransfer bisa lebih besar (secara teori bisa sampai dengan 14,4 Mbps untuk downloadnya).

Leave a Reply