- Tips dan trik mempercepat koneksi internet - Tips dan trik memonitor bandwidth koneksi internet - Software lain seputar koneksi internet -

Tedhak Siten

Oleh | Apr. 13, 2008 | Culture, Jogja

Tedhak Siten atau upacara Turun Tanah adalah salah satu upacara adat budaya Jawa untuk anak yang berusia 8 bulan (pitung lapan), di daerah lain di Indonesia juga dikenal upacara adat turun tanah ini dengan istilah yang berbeda. Upacara ini mewujudkan rasa syukur karena pada usia ini si anak akan mulai mengenal alam disekitarnya dan mulai belajar berjalan.

Dalam upacara adat ini ada beberapa tahapan yang harus dilalui oleh si anak, dimana tiap tahap atau proses tersebut memiliki nilai-nilai budaya yang cukup tinggi. upacara Tedhak Siten ini sendiri dalam prosesinya memerlukan uba rampe yang beraneka ragam, sekali lagi dalam setiap uba rampe yang dipergunakan ini juga memiliki makna yang cukup dalam.

Uba rampe yang diperlukan dalam upacara Tedhak Siten ini yaitu, juadah (jadah) warna warni (7 warna: putih, merah, hijau, kuning, biru, cokelat, merah muda/ungu), tangga yang terbuat dari tebu ireng (tebu arjuna), kurungan (biasanya berbentuk seperti kurungan ayam) yang diisi dengan barang/benda (misalnya: alat tulis, mainan dalam berbagai bentuk dan jenis) sebagai lambang/tanda untuk masa depan anak, banyu gege (air yang disimpan dlm tempayan/bokor selama satu malam & pagi harinya dihangatkan dengan sinar matahari), ayam panggang, pisang raja (melambangkan harapan agar si anak di masa depan bisa hidup sejahtera dan mulia, lawe wenang, dan udhik-udhik (yang terdiri berbagai jenis biji-bijian, uang logam, & beras kuning).

Perlengkapan tambahan: jajan pasar, berbagai jenis jenang-jenangan, tumpeng lengkap dengan gudangan, nasi kuning, tumpeng robyong, dan tumpeng gundhul.

Untuk prosesinya sendiri ada beberapa tahap. Tahap pertama, si anak dibimbing orang tuanya untuk berjalan di atas juadah. Tahap kedua, kembali anak dibimbing menaiki tangga yang terbuat dari tebu ireng (dengan maksud agar si anak dalam hidupnya selalu lurus –dalam jalan yang benar– seperti tebu ireng, dan hidupnya makin terus meningkat menjadi lebih baik sesuai dengan apa yang dicita-citakan).

Tahap ketiga, anak diajak masuk ke dalam kurungan (kurungan di sini bermaksud untuk menjaga konsentrasi si anak) dan memilih benda yg telah disiapkan sebelumnya, dan benda yang dipilih tersebut menggambarkan apa yang akan dipilih oleh si anak di masa depannya, sebagai contoh jika si anak memilih mainan berbentuk alat kedokteran, maka di masa depan si anak akan menjadi dokter.

Setelah selesai memilih benda/barang, dilanjutkan dengan tahap ke empat, yaitu si anak dimandikan dengan banyu gege yang melambangkan harapan agar si anak dapat selalu segar dan tegar dalam menjadi hidupnya di masa depan, dalam istilah jawa dikenal dengan gelis gedhe lan ilang sarap sawane.

Setelah selesai, si anak kemudian dibimbing berjalan membawa tebu & perlengkapannya dan dilanjutkan dengan udhik-udhik oleh nenek.

Demikian sekilas tentang upacara Tedhak Siten atau upacara turun tanah sebagai salah satu kekayaan budaya, semoga penjelasan singkat ini bermanfaat.

Referensi : Kedaulatan Rakyat (13 April 200)
Sumber foto : www.tembi.org

Bookmark and Share

:, , , , , , ,

14 komentar:

14 Responses to “Tedhak Siten”

Pages: « 1 [2] Show All

  1. 5
    hana Says:

    bagaimana proses tahapan udhik2 yang dimaksud di akhir proses upacara tedak siten. akasih

  2. 6
    Victor Says:

    Maap ya Hana, baru bisa jawab sekarang,
    Udhik-udhik itu adalah acara menyebar uang recehan di tanah (menebar uang receh) yang kemudian diperebutkan oleh pengunjung yang ada. Sepengetahuan saya, prosesi udhik-udhik ini melambangkan kebahagian dan kemurahan dari keluarga yang diwujudkan dengan memberikan rejeki kepada orang-orang disekitarnya.
    Upacara udhik-udhik ini sebenarnya tidak hanya ada pada acara tedhak siten ini aja, tapi ada juga dalam acara-acara budaya lain.
    Demikian informasi yang bisa saya sampaikan, jika ada kurang lebihnya, mohon maap ya….

  3. 7
    Dessi Says:

    Kalo mau ngadain upacara tedhak siten yang sederhana…kira-kira apa aja yah yg dipersiapkan? Trus hantaran utk sodara2 yg dekat kira2 apa aja yah?? ada syarat khusus gak???

  4. 8
    Victor Says:

    @ Dessi,
    Wah, pengertian sederhana di sini relatif sekali nih. Saya sendiri juga agak bingung menjawabnya. Karena masing-masing barang atau benda itu menyimbolkan sesuatu.

    Jadi menurut saya, persiapkan apa yang mampu dipersiapkan, yang lebih penting adalah doa buat si kecil.

    Tentang hantaran, saya kira sama, dan sepertinya tidak ada syarat khusus, karena itu lebih ke arah berbagi kebahagiaan dan rasa syukur.

    Mungkin itu yang bisa saya sampaikan, maap nih, karena pengetahuan soal tedhak siten ini saya juga masih kurang.

  5. 9
    ESt2 Says:

    hehehe…
    siip….
    keren seperti yang diingin kan dr gruku…

    bwt tgas ne soalnya…

    oy,, krang satu om…

    sejarah nya ko ga ad????

  6. 10
    Victor Says:

    @ ESt2,
    Waduh, kalo sejarahnya aku malah gak cari datanya, cuman prosesnya aja. Liburan gini masih ada tugas ya…

  7. 11
    ESt2 Says:

    ea ne om..,,

    grunya gska klo aq nikmatin liburan kyaknya…

    klo mau nyari dimana ya om????

  8. 12
    Victor Says:

    @ ESt2,
    Ha ha ha, biar libur tetep belajar…

    Kalo data-data tentang budaya memang agak susah juga carinya (apalagi sifatnya lokal seperti ini), tapi coba dicari di wikipedia, atau cari lewat google.co.id, ada cukup banyak referensi tentang tedhak siten ini.

  9. 13
    jack Says:

    terimakasih atas pengetahuanya

  10. 14
    Tedhak Siten, Tradisi Mengenalkan Jati Diri | kaskusus Says:

    [...] sumber: 1. http://jv.wikipedia.org/wiki/Tedhak_sit%C3%A8n 2. http://denmasdeni.blogspot.com/2009/…lkan-jati.html 3. http://ariawijaya.com/2008/04/13/tedhak-siten/ [...]

Pages: « 1 [2] Show All

Leave a Reply