::: Ariawijaya.com :::

Uji Kecepatan Koneksi Internet GSM & CDMA Anda

Oleh Victor | Mar. 23, 2008 | How To, Internet, Internet Connection, Tutorial

Saat ini koneksi sudah tidak lagi terbatas melalui warnet, atau di rumah dengan mencolokkan kabel telepon rumah ke PC atau laptop, tetapi kita bisa menggunakan jasa dari penyelenggaran telepon seluler GSM ataupun CDMA. Semua operator menawarkan jasa koneksi internet cukup dengan menghubungkan ponsel dengan PC atau laptop yang biasa mobile melalui kabel data, infrared, atau bluetooth. Beragam penawaran dan promosi gencar ditebarkan ke segala penjuru mulai dengan tarif murah sampai dengan kecepatan tinggi. Tapi, apakah itu akan berlaku sama bagi semua orang yang tinggal di berbagai tempat dan daerah yang mempunyai letak geografis yang berbeda-beda? Bagaimana jangkauan sinyal dari sang operator?

Nah, kita sebagai pengguna sebaiknya harus hati-hati dan bijak dalam memilih koneksi internet yang akan kita pakai.

Sebenarnya ada banyak faktor yang mempengaruhi kecepatan koneksi internet, mulai dari ponsel yang kita gunakan sebagai modem, sampai dengan peralatan pendukung seperti PC atau laptop yang mempunyai bermacam-macam spesifikasi teknis.

Di sini, saya tidak akan membahas soal ponsel ataupun peralatannya, tapi saya ingin mengajak untuk melihat kecepatan koneksi internet (kecepatan download dan upload data) yang kita gunakan secara online melalui salah satu situs penyedia jasa tes kecepatan, dan disini saya memanfaatkan Speedtest.net (http://www.speedtest.net).

Dalam pengujian ini saya menggunakan Nokia 2865 sebagai modem, koneksi dengan kabel data DCA 53, dan kartu Jagoan Starone, lokasi pengujian di kota Jogjakarta.

Langkah pertama, adalah membuka situs www.speedtest.net. Pada tampilan home akan tampak peta dunia, dan Anda akan langsung dibawa ke peta dimana kita online saat ini. Di dalam peta akan muncul beberapa gambar piramid, warna kuning menunjukkan posisi server yang kita gunakan untuk koneksi, dan piramid warna biru adalah server-server di daerah lain.

Langkah kedua, klik pada piramida warna kuning untuk menguji kecepatan download dan upload dari server yang sama lokasinya. Kita tunggu beberapa saat untuk menunggu hasil pengujiannya, setelah proses pengujian selesai maka hasilnya akan langsung ditampilkan (disini tertulis kecepatan download 134 kbps dan upload sebesar 93 kbps).

Langkah ketiga, kembali lakukan pengujian dengan memilih lokasi baru yang lebih jauh (di sini saya memilih Surabaya), hasil pengujiannya adalah 133 kbps untuk kecepatan download dan 61 kbps untuk upload.

Langkah keempat, pengujian selanjutnya kita mencoba lokasi baru yang lebih jauh (di sini Singapura), dan hasilnya adalah download 133 kbps dan upload 60 kbps.

Langkah kelima, pengujian kembali ke lokasi lebih jauh lagi (di sini Madrid, Spanyol), dan hasilnya 133 kbps untuk download, dan 23 kbps untuk upload.

Tahapan pengujian ini tidak baku harus seperti ini, tetapi sebagai prinsip kita mencoba menguji kecepatan transfer data (download dan upload) dari lokasi terdekat sampai lokasi terjauh. Dan pengujian ini coba kita terapkan pada operator-operator GSM ataupun CDMA yang akan kita pakai, tentunya yang memiliki hasil paling bagus (kecepatan transfer data tertinggi dan stabil) yang akan kita pilih sebagai sarana untuk berhubungan dengan dunia maya.

Demikian tutorial singkat dan sederhana ini saya sampaikan, semoga bermanfaat.

Share with:
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Live
  • MySpace
  • Reddit
  • Technorati
  • Blogosphere News
  • Yahoo! Buzz

Artikel Terkait :
  1. Koneksi Internet Menggunakan Kartu CDMA Flexi
  2. Koneksi Internet Nokia CDMA dengan Bluetooth
  3. Koneksi Internet dengan Modem HP CDMA Nokia & Kartu Starone
  4. Koneksi Internet dengan Kartu CDMA Smart
  5. Koneksi Internet Time Base dengan Operator CDMA Fren
:, , , , , , , , , , , , ,
11 komentar:
  1. sigid

    Mas, nanya nih …

    Kalau di Jogja, koneksi internet yang murah pakai apa ya.
    Maklum, he he, perumahan saya di daerah Mlati, belum terjangkau speedy [ndak ada jaringan telpon]..

    Sementara ini saya pakai Fren karena bolak-balik Jogja-Jakarta, tapi Fren ndak cukup reliable.

    Nuwun

  2. Victor

    Kalo berdasarkan pengalaman saya, untuk sementara ini sebenernya ada beberapa alternatif. Pertama dengan pake Telkomsel Flash Unlimited dari kartu Halo (paket 125 ribu per bulan -ditambah ppn-), cuman permasalahan di Telkomsel Flash Unlimited ini di Jogja cukup bermasalah alias tidak lancar (ini berdasar pengalaman sendiri dan sharring beberapa temen yang telah menggunakan di Jogja).

    Kedua pake Jagoan dari Starone dengan model time base (perhitungan tarif berdasarkan waktu, karena saya sering download > biar gak boros, he he he).

    Tapi, sebenernya semua itu tergantung dengan jaringan seluler di mana kita berada, bisa jadi di tempat mas Sigid berbeda dengan lokasi lain di Jogja. Yang perlu diperhatikan juga karena posisi yang berpindah-pindah dari Jogja ke Jakarta.

    Nah, itu informasi dari saya semoga bisa jadi referensi.

  3. sigid

    Nuwun mas,

    Membaca artikelnya mas Victor yang di sini, saya jadi tertarik mencoba indosat.

    Saya dengar yang time based lebih murah daripada Fren.

  4. Victor

    Yup, kalo soal base time sebenernya memang indosat masih paling murah, kalo fren terhitung masih tinggi, dan di Jogja saya sendiri mencoba dari 50 menit yang tersedia, banyakan idle-nya (alias diam ditempat), he he he …

  5. fajar

    mas, mau nanya kalo im2 gmn ya?dibanding dengan kartu yang lain..trus kan saya sebenernya mau nyoba yang koneksinya pake kartu cdma, tp kata tmn2 saya, lbh baik pake yang HSDPA aja, jadi bisa 3,5G..trus akhirnya saya beli yang itu..gmn menurut mas? karena menurut beberapa blog yang lain, katanya pake CDMA star one itu murah..masa saya harus beli yang USB CDMA sih..?mohon solusinya..terima kasih—(kalo gak keberatan tolong di frwrd ke e-mail.thx b4)—

  6. Victor

    Secara teori memang HSDPA kecepatannya bisa jauh lebih tinggi dibandingkan cdma, dengan catatan sinyal operator GSM yang digunakan di tempat mas Fajar memang sudah mendukung HSDPA. Karena jika operator di situ (di sini diwakili oleh bts si operator) belum mendukung HSDPA dan hanya mendukung GPRS ya percuma saja, karena kecepatannya ya hanya memakai GPRS saja (walaupun modem mendukung HSDPA, tetap yang digunakan hanya kecepatan setingkat GPRS saja).

    Sepengetahuan saya sinyal HSDPA hanya diterapkan oleh operator di pusat kota besar saja, seperti Jakarta, Bandung, dst. Di tempat saya sendiri (Jogja) sinyal operator dari Indosat dan Telkomsel, dalam lokasi yang sama bisa berubah-ubah, kadang bisa 3,5G (HSDPA), kadang 3G, kadang EDGE, dan yang paling sering GPRS.

    Memang benar, untuk sementara ini tarif yang relatif murah adalah CDMA Starone (mengingat bisa diatur dengan time base atau volume base jadi fleksibel).

    Dari sisi harga sendiri sebenarnya usb modem HSDPA harganya sekitar 2x lipat (di atas 1 juta) dari harga modem CDMA (sekitar 400-500 ribuan). Selain dengan menggunakan modem CDMA, sebenernya bisa juga memanfaatkan ponsel CDMA yang mendukung sebagai modem (jadi selain digunakan sebagai modem, masih bisa dimanfaatkan sebagai ponsel sebagaimana mestinya), sebagai contoh Nokia 2865.

    Kalau menurut saya, memang sebaiknya untuk browsing internet dengan tingkat pemakaian yang relatif tinggi, lebih baik menggunakan CDMA Starone, atau bisa juga bertahan dengan modem HSDPA-nya dan memanfaatkan Telkomsel Flash Unlimited (tapi harus sabar, karena Telkomsel Flash Unlimited sangat tidak stabil, kadang cepat, tapi banyakan luambatnya).

  7. Flash Unlimited VS Broom Unlimited | ::: ariawijaya.com :::

    [...] E61 untuk kartu Broom dan ponsel Nokia N82 untuk kartu Flash. Sebagai pengujian saya memanfaatkan Speedtest.net yang sudah umum dipergunakan sebagai acuan penghitungan kecepatan upload dan download data dari [...]

  8. ruddy

    mas..knapa modem internet saya type zte m880 lambat banget. kecepatannya hanya 28.8 kbps,gimana cara untuk biar cepet konesinya saya pake kartu starone.trima kasih atas bantuan dan saranya

  9. Victor

    Untuk kecepatan koneksi secara keseluruhan tergantung juga pada sinyal starone itu sendiri. Kalo memang kondisi di daerah mas ruddy sinyalnya kurang baik (naik turun), dan atau pengguna di daerah tersebut cukup banyak (di daerah kota biasanya), maka otomatis kecepatannya akan turun juga, apalagi saat ini starone menjadi salah satu pilihan utama dari para penikmat internet.

    Salah satu kebiasaan operator Indonesia adalah terlambat meningkatkan kapasitas disaat penggunanya meningkat, dan ini jelas mengganggu kita sebagai penggunanya.

    Tapi mungkin bisa dicoba dulu untuk mengubah ke model volume based (jika sebelumnya memakai time based) dengan menghubungi CS Starone. Tapi jika memang sudah memakai volume based, harus bersabar dulu, menunggu tindakan dari operator.
    Sebagai alternatif, mungkin bisa dicoba kartu smart, dipasangkan ke modem zte, karena saat ini smart masih cukup cepat, jika berdasarkan dari informasi temen-temen yang telah menggunakannya.

  10. Edy purwaka

    Saat menuliskan komentar di sini, saya menggunakan hp nokia 5070,kartu im3 pulsa 4rb. Saya sendiri tinggal di kalasan sleman.dugaan saya sudah bnyk pengguna internet di daerah ini. Kecepatan akses pakai gprs im3 lumayan. Dgn catatan fasilitas menampilkan gambar sengaja di off,utk menghemat pulsa. Overall im3 di kalasan masih recomended. Edy on nokia 5070

  11. Victor

    Makasih informasinya mas Edy, omong-omong mas Edy koneksinya dari ponsel langsung atau disambung ke PC/laptop, kalo langsung dari ponsel, bisa dipercepat lagi dengan menggunakan browser Opera Mini (semoga udah pake, hi hi hi)

Tinggalkan komentar

Cari Artikel

Gunakan form di bawah ini untuk melakukan pencarian: