- Tips dan trik mempercepat koneksi internet - Tips dan trik memonitor bandwidth koneksi internet - Software lain seputar koneksi internet -

Rebo Pungkasan, Upacara Adat Desa Wonokromo Pleret

Oleh | Mar. 07, 2008 | Culture, Jogja

Rebo Pungkasan adalah salah satu upacara adat yang ada di Jogjakarta, atau lebih tepatnya di daerah Desa Wonokromo, Plered, Bantul. Nama upacara ini sendiri diambil dari waktu upacara ini dilaksanakan yaitu hari Rabu terakhir (Rebo Pungkasan) pada bulan Sapar (syafar dalam bahasa Arab yang berarti bulan kedua). Upacara adat ini sendiri biasanya dilaksanakan pada hari Selasa Malam (malam sebelum hari Rabu). Upacara adat ini dilaksanakan ada hari Rabu terakhir karena menurut cerita pada hari Rabu terakhir tersebut juga dijadikan sebagai waktu pertemuan antara Sri Sultan Hamengkubuwono I dengan Mbah Kyai Faqih Usman. Upacara Rebo Wekasan atau Rebo Pungkasan ini sendiri dilaksanakan sebagai wujud ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.

Pusat kegiatan dari upacara adat ini sendiri biasakan berada di depan masjid dan seminggu menjelang acara ini ada acara yang sifatnya keramaian (pesta rakyat). Seiring berjalannya waktu karena dianggap pesta rakyat ini mengganggu ibadah masjid (karena semakin lama semakin ramai) maka kegiatan upacara ini dipindahkan dari depan masjid ke depan balai desa di Lapangan Wonokromo.

Dalam acara pesta rakyat itu sendiri terdapat banyak kegiatan yang bersifat hiburan seperti dalam perayaan pasar malem Sekaten, mulai dari permainan sampai dengan pakaian, makanan, dan lain-lain. Puncak acaranya sendiri adalah berupa kirab lemper raksasa dari Masjid Wonokromo menuju Balai Desa Wonokromo, kirab ini diawali barisan Kraton Ngayogyakarta, kemudian lemper raksasa, dan kelompok kesenian rakyat seperti Shalawatan, Kubrosiswo, Rodat, dan sebagainya.

Pada akhir tujuan dari kirab ini, lemper tersebut akan dibagikan kepada para undangan, dan juga ada yang diperebutkan oleh rakyat, karena dianggap akan memberikan berkah tersendiri bagi mereka yang bisa membawa pulang lemper tersebut, bersamaan dengan selesainya pembagian dan perebutan lemper ini maka berakhir pula rangkaian upcara adat Rebo Pungkasan tersebut.

Referensi :

  • http://bantulbiz.com/id/bizpage_budaya/id-155.html
Bookmark and Share

:, , , , , ,

2 komentar:

2 Responses to “Rebo Pungkasan, Upacara Adat Desa Wonokromo Pleret”

  1. 1
    ida Says:

    Viq, kata temanku, konon di acara rebo pungkasan itu ada peristiwa aneh: kalo nglewatin sungai …(apa gitu namanya, wong aku dengernya juga setengah2), orang2 yang berhasil nyeberangi sungai, ngomongnya langsung yang aneh2, “saru2″, dst. udah pernah mbuktiin belum?

  2. 2
    pheqtor Says:

    Sebenernya itu kepercayaan yang dipercayai oleh orang-orang di daerah tersebut. Dan kegiatan itu adalah salah satu budaya yang telah mereka ikuti turun temurun. Kalo buat kita mungkin ‘saru’, tapi buat mereka itu tidak. Nah, kalo soal membuktikan, belum pernah :D.

Leave a Reply