- Tips dan trik mempercepat koneksi internet - Tips dan trik memonitor bandwidth koneksi internet - Software lain seputar koneksi internet -

Tugu Jogja

Oleh | Feb. 26, 2008 | History, Jogja

“Kalo belum menyentuh Tugu Yogyakarta berarti belum sah!”

Itu komentar yang sering muncul dari temen-temen kepada temen lain yang kebetulan datang dari luar Jogja. Maka setiap kali datang teman atau saudara dari luar, saya harus mengantar ke Tugu Jogja untuk ‘mensahkan’ kunjungan mereka ke kota Jogjakarta.

Tugu Jogja sangat dikenal di tempat lain, bahkan sampai ke luar negeri, orang biasanya menghubungkan Jogja dengan Tugu-nya yang menjadi salah satu ciri khas. Posisi Tugu ini sangat strategis karena masih berada di pusat kota Jogja yaitu perempatan Jalan Diponegoro (sisi barat), Jalan A.M. Sangaji (sisi utara), Jalan Jend. Sudirman (sisi timur), dan Jalan Mangkubumi (sisi selatan) yang kebetulan mengarah langsung ke Jalan Maliboro.

Sebenarnya bentuk Tugu Jogja saat ini sudah berbeda dengan bentuk awal dibangunya (Tugu ini dibangun sekitar satu tahunsetelah pembangunan Kraton Jogja). Bentuk awal Tugu Jogja adalah berbentuk silinder (Jw. gilig) dan pada ujung atas berbentuk bola (Jw. Golong) dengan tinggi mencapai 25 meter, yang saat itu juga biasa disebut dengan Tugu Golong Gilig (sebutan ini mengikuti bentuk bangunan tugu). Tugu ini juga mempunyai makna persatuan antara rakyat dan penguasa (kerajaan) dalam melawan penjajahan Belanda.

Tugu JogjaPerubahan bentuk bangunan Tugu ini terjadi karena adanya gempa pada tanggal 10 Juni 1967. Gempa ini meruntuhkan bangunan Tugu Jogja. Dan pada tahun 1889, Pemerintah Belanda membangun kembali dengan bentuk yang berbeda, yaitu menjadi bentuk persegi (sebelumnya berbentuk silinder), dan pada bagian puncak berbentuk kerucut (sebelumnya berbentuk bola), ketinggian bangunan juga berkurang dari ketinggian 25 m menjadi 15 m. pada empat sisi bangunan dihiasi dengan prasasti yang menunjukkan pihak-pihak yang terlibat dalam proses pembangunan kembali Tugu Jogja tersebut. Perubahan tidak hanya terjadi pada sisi fisik bangunan, tapi juga terjadi perubahan penyebutan. Sejak saat itu tugu tersebut disebut dengan De Witt atau Tugu Pal Putih.

Referensi :
http://www.yogyes.com/id/yogyakarta-tourism-object/museum-and-monument/tugu-jogja/ (dengan pengolahan seperlunya)

Keterangan foto :

Lokasi Tugu Jogja (gambar diambil dari Jalan Diponegoro dan Jalan A.M. Sangaji), foto diambil dengan menggunakan Ponsel Nokia N70 dan SE K530i.

Bookmark and Share

:, , , , ,

3 komentar:

3 Responses to “Tugu Jogja”

  1. 1
    fara Says:

    coba sekali kali muatin ekotourism (pariwisata alami) yang ada di Kulon Progo dan Gunung Kidul Dunks…….

  2. 2
    Victor Says:

    Terima kasih masukkannya, untuk kedepan, akan saya tambahkan wisata lain di wilayah DIY.

  3. 3
    keep~you Says:

    di lEn9kpi l9ee DunX,, infr5si tt9 jogjaNa Coz ini s9at men9untun9kn ba9ee anak PrWsatA,,,,uxee,,,tan9Kyu..

Leave a Reply