- Tips dan trik mempercepat koneksi internet - Tips dan trik memonitor bandwidth koneksi internet - Software lain seputar koneksi internet -

Gedung Agung

Oleh | Feb. 22, 2008 | History, Jogja

Gedung Agung adalah salah satu bangunan sejarah yang berdiri dia atas tanah seluas 43.585 meter persegi di depan Benteng Vredeburg (sisi barat Jalan Malioboro). Bangunan utama kompleks Gedung Agung ini dibangun pada bulan Mei 1824 dengan prakarsa Anthony Hendriks Smissaerat, seorang Residen Belanda (1823-1825) dengan A. Payen sebagai arsiteknya. Tujuan pertama dibangunnya Gedung Agung ini adalah sebagai tempat tinggal bagi para residen Belanda. Proses pembangunan ini sendiri sempat terjunda karena adanya Perang Diponegoro atau juga dikenal sebagai Perang Jawa (1825-1830). Baru setelah perang tersebut, proses pembangunan dapat dilanjutkan dan selesai pada tahun 1832.

Bangunan Gedung Agung itu sendiri sempat ambruk pada tanggal 10 Juni 1867 akibat gempa bumi, hingga kemudian dibangun kembali dan selesai pada tahun 1869, dan saat ini gedung utama di kompleks tersebut dikenal sebagai Gedung Negara.

Gedung utama di kompleks Gedung Agung ini sempat juga menjadi kediaman Gubernur Belanda di Indonesia mulai tanggal 19 Desember 1927, karena adanya peningkatan status administratif Yogyakarta dari karisedenan menjadi provinsi. Ini berlangsung sampai masuknya Jepang.

Pada tanggal 6 Januari 1946, Gedung Agung menjadi Istana Kepresidenan Republik Indonesia, seiring dengan dijadikannya Yogyakarta sebagai ibukota Negara Republik Indonesia, sekaligus menjadikan Gedung Agung sebagai tempat tinggal Presiden Soekarno dan seluruh keluarganya. Sedangkan Wakil Presiden Mohammad Hatta tinggal di gedung yang terletak di sisi utara Gedung Agung (sekarang Korem 072/Pamungkas). Di Istana Kepresidenan ini pula Jenderal Sudirman dilantik menjadi Panglima Besar TNI, tepatnya pada tanggal 3 Juni 1947 dan menjadi pimpinan angkatan perang Republik Indonesia pada tanggal 3 Juli 1947.

Pada saat terjadi Agresi Militer Belanda II (19 Desember 1948) Yogyakarta dikuasai tentara Belanda dibawah pimpinan Jenderal Spoor, dan kemudian mereka mengasingkan Presiden, Wakil Presiden dan pejabat pemerintah Ri lainnya ke luar Jawa hingga pada tanggal 6 Juli 1949 para petinggi negara ini bisa kembali ke Istana Yogyakarta. Istana Kepresidenan di Gedung Agung ini berlangsung hingga 28 Desember 1949, bertepatan dengan berpindahnya Presiden ke Jakarta. Sejak saat itu Gedung Agung tidak lagi menjadi tempat tinggal Presiden.

Saat ini Gedung Agung berfungsi sebagai tempat menginap Presiden dan Wakil Presiden jika sedang berada di Yogyakarta, selain itu beberapa bangunan lain di kompleks ini juga digunakan sebagai tempat menginap para tamu-tamu negara. Selain itu Gedung Agung juga digunakan sebagai tempat untuk memperingati peristiwa Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan (sejak tanggal 17 Agustus 1991) dan Parade Senja yang dilaksanakan setiap tanggal 17 (dimulai sejak tanggal 17 April 1988).

Kompleks bangunan di Gedung Agung ini sendiri terdiri dari beberapa bangunan, yaitu bangunan Gedung Agung itu sendiri, Wisma Negara, Wisma Indraphrasta, Wisma Sawojajar, Wisma Bumiretawu, dan Wisma Saptapratala. Dari dahulu sampai sekarang tidak ada perubahan bentuk bangunan pada bangunan utama (Gedung Agung). Di dalam gedung utama terdapat ruang utama yang biasa disebut dengan Ruang Garuda yang difungsikan sebagai ruang resmi untuk menyambut para tamu negara dan tamu khusus lainnya. Selain bangunan utama dan beberapa wisma yang ada di kompleks tersebut, juga terdapat kompleks bangunan lain yaitu kompleks Seni Sono (sebelumnya digunakan oleh Departemen Penerangan) dengan luas 5.600 meter persegi yang sejak tanggal 20 September 1995 dijadikan satu dengan kompleks Gedung Agung.

Di lapangan depan Gedung Agung, lebih tepatnya di depan pintu gerbang terdapat sebuah patung yang terbuat dari batu andesit dengan tinggi 3,5 meter yang disebut dengan Dagoba, monumen patung tersebut berasal dari Desa Cupuwulatu, di daerah Candi Prambanan.

Referensi :

  • http://id.wikipedia.org/wiki/Gedung_Agung

Keterangan foto:
Lokasi Jalan Malioboro di depan Gedung Agung, Jogjakarta, foto diambil dengan menggunakan Handphone Sony Ericsson K530i.

Bookmark and Share

:, , , , , ,

1 komentar:

One Response to “Gedung Agung”

  1. 1
    erlangga Says:

    coba dikasih rusa rusa juga kaya di bogor ya,..seru mesti nih

Leave a Reply